Mengedepankan Pembinaan Ketimbang Hukuman: Cara Bhabinkamtibmas Maubeli Memanusiakan Pelaku Pencurian
Tribratanewsttu.com Kefamenanu, TTU - Masalah sosial di tengah masyarakat tidak selalu harus diselesaikan dengan jeruji besi. Hal ini dibuktikan dalam proses mediasi kasus pencurian pakaian yang terjadi di kediaman Bapak Daniel Dalla, Kelurahan Maubeli, Senin (12/01/2026). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, Aipda Andi M. Panie, kasus ini diselesaikan melalui koridor keadilan restoratif yang menitikberatkan pada pembinaan mental dan tanggung jawab sosial.
Kejadian bermula saat Joana Theresia Dengas kedapatan mengambil pakaian di jemuran milik keluarga Bapak Daniel. Alih-alih membiarkan massa bertindak sendiri, Bhabinkamtibmas segera hadir untuk mengambil alih situasi. Dalam mediasi yang digelar di rumah korban, Aipda Andi memainkan peran sebagai konsultan pemecah masalah (problem solver). Ia mengundang orang tua pelaku dan Ketua RT untuk melihat akar permasalahan secara jernih, bukan sekadar melihat tindakannya.
Fokus pembinaan yang dilakukan Aipda Andi sangat mendalam. Ia memberikan imbauan tegas kepada orang tua dan Ketua RT agar meningkatkan pengawasan terhadap Joana. Mengingat catatan pelaku yang sudah berulang kali melakukan tindakan serupa, Aipda Andi meminta perangkat lingkungan untuk mencari "jalan keluar lain"—sebuah pendekatan sosial yang bisa menyentuh kesadaran pelaku agar benar-benar meninggalkan dunia kriminalitas. Polri dalam hal ini memposisikan diri sebagai pengayom yang menginginkan perubahan perilaku permanen pada warganya.
Keputusan korban untuk memaafkan pelaku karena latar belakang kemiskinan menjadi bukti bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas mampu meredam emosi dan membangkitkan empati di tengah masyarakat. Ucapan terima kasih pun mengalir dari keluarga Bapak Daniel Dalla atas kecepatan dan kebijaksanaan Polri dalam menangani laporan mereka. Giat ini berakhir dengan suasana kondusif, di mana Bhabinkamtibmas berhasil menegakkan ketertiban umum sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi warga yang tersesat secara ekonomi.


