Perkuat sinergitas lintas agama, wakapolres ttu kompol joni f.m. Sihombing hadiri kegiatan minggu kasih di gereja sion sasi

Perkuat sinergitas lintas agama, wakapolres ttu kompol joni f.m. Sihombing hadiri kegiatan minggu kasih di gereja sion sasi

Tribratanewsttu.Com – Kefamenanu. Dalam rangka mempererat hubungan kemitraan antara Polri dengan masyarakat, khususnya melalui pendekatan keagamaan dan komunikasi sosial, Wakapolres Timor Tengah Utara (TTU), Kompol Joni Frans Moana Sihombing, S.E., S.I.K., M.M., menghadiri kegiatan Minggu Kasih yang berlangsung di Gereja Sion Sasi, Kabupaten Timor Tengah Utara, pada Minggu (01/11/2026), pukul 07.00 WITA.

Kegiatan Minggu Kasih tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi program kerja Polri dalam mendukung Program 100 Hari Kerja Kapolri, yang mengedepankan pendekatan humanis, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat kehadiran Polri di tengah kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Ibadah Minggu yang diikuti oleh kurang lebih 226 jemaat tersebut dipimpin oleh Pendeta Juldrina Pono, S.Th., dengan mengangkat tema "Allah Memelihara Bumi Milik-Nya, Umat Dipanggil Untuk Menjaganya", yang bersumber dari Mazmur 65:1-5.

Dalam suasana ibadah yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, Wakapolres TTU bersama unsur kepolisian dan jemaat mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan. Kehadiran Wakapolres TTU menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang harmonis, mempererat tali persaudaraan, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara Polri dengan tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pesan yang terkandung dalam tema ibadah juga menjadi perhatian bersama, yakni bahwa bumi merupakan anugerah Tuhan yang harus dipelihara dan dijaga oleh seluruh umat manusia. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan, dimulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan tempat ibadah, lingkungan tempat tinggal, serta membangun kesadaran untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merusak alam.

Kegiatan Minggu Kasih merupakan salah satu sarana bagi Polri untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.

Melalui momentum ini, Polri membuka ruang komunikasi dan membangun kedekatan dengan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan rasa aman, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat sinergitas lintas agama melalui hubungan yang harmonis antara aparat kepolisian, pemuka agama, dan umat beragama. Peran tokoh agama dinilai penting dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian, toleransi, persaudaraan, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.

Adapun tujuan utama pelaksanaan kegiatan Minggu Kasih ini adalah mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dengan masyarakat, membangun komunikasi dua arah, menyerap aspirasi dan masukan dari jemaat, serta meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan antarumat beragama, dan kelestarian lingkungan.

Dari pelaksanaan kegiatan tersebut, terbangun suasana kebersamaan dan kedekatan antara Polri dengan jemaat Gereja Sion Sasi. Kehadiran Wakapolres TTU juga menjadi bentuk dukungan terhadap kehidupan beragama yang rukun dan damai, sekaligus memperkuat kemitraan antara kepolisian dengan tokoh agama sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten TTU.

Di samping itu, pesan moral dari tema ibadah diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran jemaat untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan hidup sebagai tanggung jawab bersama.

Melalui kegiatan Minggu Kasih ini, diharapkan hubungan kemitraan antara Polri dengan tokoh agama dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta komunikasi yang terbuka, saling percaya, dan berkelanjutan.

Polres TTU juga berharap agar seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh agama dan jemaat, terus menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan, menumbuhkan sikap toleransi, menghindari konflik sosial, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.

Sinergitas lintas agama yang telah terjalin diharapkan tidak hanya terwujud dalam kegiatan seremonial, tetapi terus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjaga persaudaraan, membantu sesama, maupun melestarikan lingkungan.

Dengan demikian, melalui program Minggu Kasih yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Polres TTU berkomitmen untuk terus menghadirkan sosok Polri yang humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat, sejalan dengan semangat transformasi Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada seluruh lapisan masyarakat.

Polisi bersama Masyarakat, Bersama Menjaga Kerukunan dan Kamtibmas yang Kondusif.