Polisi Peduli Pendidikan, Polres Ttu Bekali Ratusan Siswa Smpn Maubeli Pengetahuan Bahaya Penipuan Dan Kenakalan Remaja
Tribratanewsttu.com, Kefamenanu – Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya melindungi generasi muda dari berbagai bentuk kejahatan, Polres Timor Tengah Utara (TTU) melalui Satuan Binmas melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pembinaan kepada sekitar 250 siswa-siswi SMP Negeri Maubeli, Kamis (29/10/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 21.00 Wita di Lapangan Upacara SMP Negeri Maubeli tersebut merupakan bagian dari implementasi program Polisi Peduli Pendidikan, yang bertujuan membangun kedekatan antara Polri dengan lingkungan pendidikan serta meningkatkan kesadaran para pelajar terhadap pentingnya menjaga keamanan, keselamatan, dan masa depan mereka.
Penyuluhan kali ini dilaksanakan oleh Kanit Bintibsos Aipda Deni F. Mesah, didampingi Kanit Bhabinkamtibmas Aipda Made Afrisalno dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Maubeli Aipda Andi M. Panie. Kegiatan tersebut menyasar para guru serta siswa-siswi SMP Negeri Maubeli yang sedang mengikuti kegiatan perkemahan Pramuka.
Dalam penyampaiannya, Kanit Bintibsos Aipda Deni F. Mesah memberikan sejumlah materi edukasi, mulai dari bahaya penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, perundungan (bullying), perkelahian antarpelajar, hingga bahaya penipuan yang dilakukan secara langsung maupun melalui media online.
Salah satu materi yang menjadi perhatian utama adalah edukasi mengenai bahaya penipuan, khususnya yang menyasar anak-anak dan kalangan pelajar. Para siswa diingatkan agar lebih waspada ketika berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Petugas menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan penggunaan internet yang semakin luas harus diimbangi dengan pengetahuan serta sikap bijak dalam berkomunikasi. Para pelajar diminta untuk tidak mudah percaya terhadap orang asing yang menawarkan sesuatu, meminta data pribadi, menjanjikan hadiah, meminta uang, ataupun memberikan tautan dan pesan mencurigakan.
Selain itu, siswa juga diimbau untuk tidak sembarangan membagikan identitas pribadi, nomor telepon, alamat rumah, foto, maupun informasi keluarga kepada orang yang tidak dikenal. Apabila menemukan indikasi penipuan atau mendapatkan pesan mencurigakan, para siswa diminta segera menceritakannya kepada orang tua, guru, atau pihak kepolisian ( Call Center Polri 110 ) agar dapat ditindaklanjuti.
Tidak hanya memberikan pemahaman mengenai penipuan, petugas juga mengajak para siswa untuk menjauhi narkoba, tidak melakukan tindakan perundungan terhadap sesama teman, menghindari perkelahian antarpelajar serta pergaulan bebas. Para pelajar juga diingatkan agar menggunakan telepon genggam secara bijak dan tidak berlebihan dalam bermain game maupun mengakses media sosial, sehingga tidak mengganggu kesehatan, mental, dan proses belajar.
Melalui penyuluhan tersebut, Polri juga menekankan pentingnya kerja sama antara pihak kepolisian, guru, orang tua, dan para pelajar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta terbebas dari berbagai bentuk kejahatan dan perilaku menyimpang.

Kehadiran personel Polres TTU di tengah-tengah kegiatan perkemahan Pramuka tersebut tidak hanya sebatas memberikan materi penyuluhan, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi, mempererat hubungan emosional, serta menumbuhkan kepercayaan generasi muda terhadap institusi Polri. Dengan pendekatan yang humanis dan edukatif, diharapkan para siswa tidak merasa takut untuk berkomunikasi maupun meminta bantuan kepada polisi ketika menghadapi permasalahan.
Dari kegiatan ini, diharapkan sekitar 250 siswa-siswi SMP Negeri Maubeli memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya penipuan, mampu mengenali berbagai modus kejahatan, lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, serta memiliki kesadaran untuk menjaga diri dan lingkungan pergaulan.
Polres TTU berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara. Sebab, pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan keluarga, tetapi juga membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk Polri.
"Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polri ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat, pelindung, dan pengayom generasi muda. Kami berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, berkarakter, serta mampu melindungi diri dari berbagai ancaman kejahatan, baik di lingkungan nyata maupun dunia digital."
Kegiatan penyuluhan berakhir pada pukul 22.30 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta lancar.
polisi peduli pendidikan, bersama melindungi generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.


