Wujud Kepedulian Terhadap Masyarakat; Kapolres TTU Berikan Dukungan kepada Peserta Pelatihan Kerja, Dorong Kemandirian Masyarakat

Wujud Kepedulian Terhadap Masyarakat; Kapolres TTU Berikan Dukungan kepada Peserta Pelatihan Kerja, Dorong Kemandirian Masyarakat

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu - Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) melaksanakan monitoring kegiatan pelatihan kerja di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten TTU, Kamis (22/10/2026), pukul 12.50 WITA.

Kegiatan monitoring tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung upaya peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, serta pembentukan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Kehadiran Kapolres TTU juga menjadi wujud nyata sinergi antara Polri dan instansi pemerintah dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Dalam pelaksanaannya, Kapolres TTU meninjau secara langsung proses pelatihan yang sedang berlangsung di lingkungan UPTD Balai Latihan Kerja. Dari kegiatan tersebut, terlihat para peserta mengikuti pembelajaran dan praktik keterampilan dengan memanfaatkan fasilitas serta peralatan pelatihan yang tersedia. Suasana pelatihan berlangsung aktif, dengan peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari keterampilan sesuai bidang yang dipilih.

Program pelatihan kerja ini berlangsung selama 28 hari, mulai Oktober hingga November 2026, dengan menggunakan pendekatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan praktis yang dapat diterapkan dalam dunia kerja maupun kegiatan usaha mandiri.

Terdapat tiga jenis keterampilan yang diberikan dalam program pelatihan tersebut, yakni kelas pembuatan roti dan kue, kelas menjahit dan mesin, serta kelas Practical Office Advance atau operator komputer. Masing-masing kelas diikuti oleh 16 peserta, sehingga secara keseluruhan terdapat 48 peserta yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi diri melalui program pelatihan tersebut.

Pada kelas pembuatan roti dan kue, peserta diarahkan untuk mempelajari keterampilan pengolahan produk makanan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri. Sementara itu, kelas menjahit dan mesin memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami keterampilan menjahit serta penggunaan peralatan yang berkaitan dengan bidang tersebut. Adapun kelas Practical Office Advance membekali peserta dengan kemampuan komputer dan keterampilan administrasi perkantoran yang dibutuhkan dalam berbagai lingkungan kerja.

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Nakertrans Kabupaten TTU bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur. Peserta merupakan masyarakat Kabupaten TTU yang telah melalui tahapan seleksi administrasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan oleh Kementerian untuk mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja Dinas Nakertrans Kabupaten TTU.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres TTU turut menyampaikan dukungan dan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan selama mengikuti pelatihan, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kepedulian terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang ketenagakerjaan, menjadi salah satu aspek penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan monitoring ini, Polri menunjukkan dukungan terhadap berbagai upaya positif yang dilaksanakan pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan zaman.

Selain mendukung pelaksanaan program pemerintah, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar berbagai program pemberdayaan dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan pekerjaan atau merintis usaha sendiri.

Hasil yang diharapkan dari program pelatihan ini adalah meningkatnya kemampuan teknis dan kompetensi peserta sesuai bidang masing-masing. Dengan bekal keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik, mampu bersaing dalam dunia kerja, serta dapat memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia di wilayah Kabupaten TTU.

Ke depan, kegiatan pelatihan berbasis kompetensi seperti ini diharapkan terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Polri, diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif bagi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Monitoring Kapolres TTU terhadap kegiatan pelatihan kerja di UPTD Balai Latihan Kerja Dinas Nakertrans Kabupaten TTU berakhir pada pukul 13.40 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat serta tumbuh semangat bersama untuk membangun Kabupaten Timor Tengah Utara yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.