Perkuat Integritas dan Nilai Kemanusiaan, Polres TTU Gelar Binrohtal Rutin Lintas Agama

Perkuat Integritas dan Nilai Kemanusiaan, Polres TTU Gelar Binrohtal Rutin Lintas Agama

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu, (09/07/2026)– Dalam rangka membentuk karakter personel yang unggul, berintegritas, serta humanis, Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (TTU) menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) secara serentak bagi seluruh personel lintas agama. Kegiatan religius yang rutin dilaksanakan ini berlangsung pada Kamis pagi, mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai dengan aman dan kondusif.

Guna memfasilitasi keberagaman keyakinan di lingkungan kedinasan, kegiatan Binrohtal kali ini dilaksanakan berdasarkan tiga rumah ibadah dan lokasi yang berada di lingkungan Markas Komando (Mako) Polres TTU. Pelaksanaan ibadah dipimpin langsung oleh pemuka agama masing-masing, yakni Romo Jecky Atolan Bauk, Pr. (umat Nasrani), Ustadz Ahyar (umat Muslim), dan Jero Mangku I Made Seri (umat Hindu).

Ibadah Oikumene Kristiani: Mengadopsi Karakter "Orang Samaria yang Murah Hati"

Bertempat di Gereja Oikumene Polres TTU, personel yang beragama Kristen dan Katolik melaksanakan ibadah bersama yang dipimpin oleh Romo Jecky Atolan Bauk, Pr. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., didampingi Kasiwas Polres TTU, Kasat Lantas Polres TTU, serta seluruh jajaran personel beragama Nasrani.

Dalam khotbahnya yang mengambil dasar dari Bacaan Injil Lukas mengenai kisah "Orang Samaria yang Murah Hati", Romo Jecky menekankan pentingnya aktualisasi kasih dalam pelayanan kepolisian.

  • Semangat Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) hendaknya tidak sekadar menjadi jargon, melainkan diwujudkan nyata melalui balutan kasih tanpa pamrih kepada sesama manusia tanpa memandang latar belakang.
  • Tokoh Orang Samaria dalam alkitab memberikan teladan konkret tentang bagaimana bertindak cepat, tepat, dan penuh kepedulian saat melihat sesama didera kemalangan. Sikap prediktif dan responsif inilah yang wajib diadopsi oleh setiap anggota Polri di lapangan.
  • Setiap personel dituntut menjadi pejuang moral yang senantiasa menjaga integritas tinggi, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, dan memberikan dedikasi pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Binrohtal Umat Muslim: Pembentukan Karakter Sesuai Nilai Tribrata

Sementara itu, umat Muslim Polres TTU melaksanakan giat Binrohtal di area depan Musholah Al-Ikhlas TTT Polres TTU. Kegiatan yang diawali dengan apel pagi ini dipimpin langsung oleh Waka Polres TTU dan dihadiri oleh para pejabat utama seperti Kasat Intel, Kasat Tahti, Kapolsek Biboki Selatan, Kbo Intelkam, serta seluruh anggota Muslim Polres TTU.

Dipandu oleh Ustadz Ahyar, materi Binrohtal berfokus pada penguatan mental, akhlak, dan kedisiplinan kerja. Pengajian dan pembinaan ini diarahkan untuk membentuk karakter personel Polri yang bertakwa, berintegritas, serta menjunjung tinggi etika profesi. Melalui siraman rohani ini, personel dimotivasi untuk selalu bekerja secara profesional dan humanis. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi (ukhuwah) antar-anggota agar tugas-tugas berat di lapangan dapat dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab yang selaras dengan nilai-nilai luhur Tribrata dan Catur Prasetya.

Dharma Umat Hindu: Menjaga Keseimbangan Tugas Negara dan Perintah Agama

Di lokasi berbeda, tepatnya di Aula Ruang Vidcon Polres TTU, personel yang beragama Hindu melaksanakan persembahyangan dan pembinaan rohani yang dipimpin oleh Jero Mangku I Made Seri. Kegiatan ini dihadiri oleh Kabag Sumda Polres TTU, Kabag Ops Polres TTU, Kasi Propam Polres TTU, serta segenap anggota yang beragama Hindu.

Jero Mangku I Made Seri dalam wejangannya menekankan pentingnya konsep keseimbangan dalam menjalani kehidupan spiritual dan profesi.

  • Setiap umat Hindu di lingkungan kepolisian wajib menempatkan kesetaraan yang harmonis antara perintah agama dan kewajiban tugas negara.
  • Ketika kewajiban kepada Tuhan dan kewajiban kepada negara berjalan beriringan, maka akan tercipta stabilitas psikologis dan mental yang kuat. Hal ini krusial dalam mendukung peran mereka sebagai abdi negara yang tulus sekaligus umat beragama yang taat.

Sinergitas Agama dan Tugas Kepolisian

Secara menyeluruh, esensi dari kegiatan Binrohtal serentak ini mempertegas adanya sinergitas yang mutlak antara nilai-nilai keagamaan dan tugas pokok kepolisian. Agama bertindak sebagai kompas moral dan fondasi spiritual, sementara tugas kepolisian adalah ladang amal untuk mengimplementasikan ajaran-ajaran kebaikan tersebut.

Dengan menyelaraskan doktrin kepolisian dan nilai ketuhanan, setiap personel diharapkan tidak hanya mengejar profesionalisme hukum, tetapi juga menyertakan hati nurani dan pendekatan humanis dalam memelihara keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi dan melayani masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan Binrohtal di berbagai titik lokasi Mako Polres TTU tersebut berakhir pada pukul 10.10 WITA. Berdasarkan pantauan, situasi dari awal hingga akhir acara berjalan dengan sangat aman, khidmat, dan dikendalikan dengan baik.