Hadirkan Pelayanan Prima yang Humanis, Polres TTU Intensifkan Giat Rutin 'Strong Point' Pagi Demi Terciptanya Rasa Aman Dan Nyaman
Tribratanewsttu.com, Kefamenanu ( 18/06/2026 )— Komitmen Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (Polres TTU) dalam menghadirkan rasa aman, nyaman, dan tertib di tengah masyarakat terus digalakkan secara konsisten. Sebagai bentuk representasi nyata dari hadirnya negara di tengah aktivitas vital masyarakat, seluruh personel Polres TTU dikerahkan untuk menggelar kegiatan pos pelayanan pagi yang akrab dikenal dengan istilah Strong Point. Giat rutin polri ini difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas serta pengamanan penyeberangan anak-anak sekolah pada titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan dan kemacetan.
Berdasarkan dokumentasi, terekam sebuah momen hangat yang mencerminkan sisi humanis kepolisian di salah satu ruas jalan utama Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Dalam visual tersebut, seorang Polisi Wanita (Polwan) dari Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres TTU terlihat dengan sigap dan penuh kelembutan menuntun sekelompok anak sekolah dasar yang mengenakan seragam olahraga berwarna oranye-hitam saat menyeberang jalan. Di saat yang sama, seorang personel polisi pria berdiri tegap memberikan isyarat tangan (hand gesture) guna memperlambat laju kendaraan roda dua yang melintas. Kolaborasi taktis ini memastikan ruang gerak yang sepenuhnya aman bagi para pejalan kaki.
Pelaksanaan giat rutin pelayanan prima berupa Strong Point pagi yang meliputi pengaturan arus lalu lintas, pemantauan kawasan rawan, serta aksi humanis membantu menyeberangkan anak sekolah demi mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), Kegiatan ini dimotori oleh seluruh personel Polres TTU, khususnya Sat Lantas Polres TTU di bawah komando instruksi langsung Kapolres TTU, dengan sasaran utama para pengguna jalan serta anak-anak sekolah yang rentan menjadi korban fatalitas kecelakaan lalu lintas, Berlangsung di sejumlah titik ploting strategis di wilayah hukum Polres Timor Tengah Utara (TTU), terutama di kawasan yang berdekatan dengan area pemukiman padat dan fasilitas pendidikan di Kota Kefamenanu. Kegiatan ini dilaksnakan secara berkala dan konsisten setiap pagi hari bertepatan dengan jam-jam sibuk (rush hour), saat masyarakat memulai aktivitas kerja dan momentum keberangkatan anak sekolah.
Tujuann utama dilaksakan giat strong Point ini adalah Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan, mengurai potensi penumpukan kendaraan di pagi hari, meminimalkan kecemasan orang tua, serta memberikan proteksi hukum dan kenyamanan psikologis secara langsung kepada publik, Personel ditempatkan secara sistematis di titik-titik ploting yang telah ditentukan. Mereka bekerja tidak hanya mengatur laju kendaraan secara kaku, melainkan mendekati masyarakat secara proaktif, humanis, dan persuasif sembari menyelipkan edukasi keselamatan berkendara di lapangan.
Merespons dinamika di lapangan, Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., memberikan penekanan khusus terkait pelaksanaan giat Strong Point ini. Beliau menegaskan bahwa kehadiran polisi di jalan raya pada pagi hari bukanlah sekadar rutinitas penegakan aturan formal semata, melainkan sebuah kewajiban moral untuk memberikan pelayanan prima yang mengedepankan sisi humanis kepolisian.
"Tantangan di lapangan sering kali kompleks, mulai dari volume kendaraan yang meningkat secara mendadak hingga kurangnya kesadaran sebagian pengendara akan hak prioritas pejalan kaki. Oleh karena itu, pembagian tugas harus dilakukan secara sistematis. Ketika satu personel fokus pada proteksi penyeberang jalan seperti anak-anak kita, personel lain harus siaga melakukan pengondisian kendaraan agar potensi konflik lalu lintas dapat diredam dengan sangat baik," ujar AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M.

Beliau juga menambahkan bahwa kehadiran fisik polri di lapangan sengaja dirancang sedemikian rupa untuk meminimalkan rasa cemas para orang tua yang melepas anak-anak mereka berjalan kaki menuju sekolah.
Aksi sigap dan pendekatan humanis yang ditunjukkan oleh jajaran Polres TTU ini menuai gelombang apresiasi positif dari warga sekitar serta para orang tua murid. Banyak di antara mereka mengaku merasa jauh lebih tenang dan terbantu dengan adanya pengawasan langsung dari petugas kepolisian setiap pagi.
Melalui langkah preventif, preemtif, dan edukatif yang konsisten ini, Polres TTU berharap budaya tertib berlalu lintas dapat tertanam kuat sejak dini pada generasi muda. Di sisi lain, kegiatan operasional yang humanis ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi serta hubungan kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat demi terciptanya kondusivitas wilayah yang berkelanjutan.


