Mendengar Langsung dari Jantung Masyarakat, Polres TTU Gelar "Jumat Curhat" di Kefamenanu Tengah

Mendengar Langsung dari Jantung Masyarakat, Polres TTU  Gelar

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu (10/07/2026) — Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (TTU) kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan institusi Polri yang humanis, responsif, dan dicintai masyarakat. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan kegiatan dialogis interaktif bertajuk "Jumat Curhat" tingkat Polres TTU yang digelar langsung di tengah pemukiman warga RT 21/RW 005, Fatuteke, Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pada Jumat pagi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.20 WITA ini dipimpin langsung oleh Wakapolres TTU, Kompol Sudirman, S.Sos., didampingi oleh Kasat Lantas Polres TTU sebagai narasumber utama. Kehadiran jajaran perwira tinggi Polres TTU ini disambut hangat oleh Lurah Kefamenanu Tengah bersama jajaran Bhabinkamtibmas, para Ketua RT, tokoh masyarakat, serta puluhan warga setempat yang memadati lokasi di bawah tenda sederhana yang penuh dengan nuansa kekeluargaan.

Esensi dari kegiatan "Jumat Curhat" ini adalah menciptakan ruang komunikasi dua arah tanpa sekat antara kepolisian dan masyarakat. Warga diberikan kebebasan penuh untuk menyampaikan keluhan, kritik, saran, maupun aspirasi mereka terkait pelayanan kepolisian maupun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Salah satu aspirasi krusial disampaikan oleh Frederikus Sonbay, seorang tokoh warga yang menyoroti kendala mata pencaharian anak-anak muda setempat. Banyak di antara mereka yang berprofesi sebagai pengemudi ojek namun belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM). Menanggapi hal tersebut, Wakapolres TTU Kompol Sudirman secara responsif memberikan solusi taktis yang berpihak pada masyarakat tanpa menabrak regulasi hukum yang berlaku.

"Penerbitan SIM memang memiliki mekanisme formal dan biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang wajib disetorkan langsung ke Kas Negara. Namun, kami berkomitmen penuh untuk membantu memperlancar proses administrasi dan ujiannya. Kami meminta setiap pangkalan ojek mengumpulkan data anggotanya, lalu berkoordinasi dengan Kasat Lantas agar segera dibantu penerbitannya dan diberikan pembinaan langsung oleh personel lantas terdekat," ujar Kompol Sudirman, S.Sos.

Kasat Lantas Polres TTU turut menegaskan kesiapannya untuk terjun langsung memfasilitasi kebutuhan para pengemudi ojek tersebut. Langkah ini dinilai warga sebagai bentuk kepedulian nyata kepolisian terhadap geliat ekonomi dan keselamatan berkendara di tingkat akar rumput.

Tidak hanya persoalan lalu lintas, dinamika sosial seperti antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah meresahkan warga selama sebulan terakhir juga menjadi sorotan tajam. Ferri Baria, salah seorang warga, menyampaikan keluhannya mengenai waktu kerja yang tersita akibat antrean panjang di SPBU, serta minimnya pengamanan dari kepolisian yang kerap memicu ketidaktertiban.

Mendengar jeritan hati warga tersebut, Wakapolres TTU langsung mengambil sikap tegas. Pihaknya berjanji akan segera melaporkan situasi ini kepada Kapolres TTU untuk merumuskan tindakan preventif dan represif yang efektif. Langkah konkret yang akan diambil meliputi koordinasi intensif dengan Satuan Reskrim dan Satuan Intelkam guna mengawasi rantai distribusi BBM, termasuk menindak tegas kendaraan modifikasi (TAP) yang sering memonopoli pengisian. Kepolisian juga berkomitmen menerapkan pembatasan kuota pengisian harian per kendaraan di SPBU agar hak masyarakat umum tetap terpenuhi secara adil.

Di sisi lain, Kasat Lantas meluruskan bahwa personelnya telah rutin melaksanakan patroli serta pengaturan lalu lintas di area sekitar SPBU setiap pagi dan sore hari guna meminimalisir kemacetan. Kendati demikian, dengan adanya masukan berharga dari warga ini, pihak Satlantas berjanji akan mengeskalasi intensitas pengawasan di lapangan.

Ketika jarum jam menunjukkan pukul 12.00 WITA, kegiatan tersebut resmi berakhir dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh kedamaian. Rasa haru dan apresiasi yang mendalam mengalir dari warga masyarakat Kelurahan Kefamenanu Tengah. Melalui Lurah setempat, masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas inisiatif jemput bola yang dilakukan oleh Polres TTU. Kehadiran aktif Bhabinkamtibmas selama ini juga diakui sangat membantu dalam penyelesaian masalah (problem solving) di tingkat kelurahan secara cepat dan damai.

Program "Jumat Curhat" ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan manifestasi nyata dari slogan "Polri Untuk Masyarakat". Dengan turun langsung mendengar detak jantung kehidupan masyarakat, Polres TTU berhasil membuktikan bahwa polisi bukanlah figur yang ditakuti, melainkan mitra pelindung, pengayom, dan sahabat sejati tempat masyarakat bersandar dalam mencari keadilan dan ketenteraman.