Kapolres TTU Tegaskan Batasi Peredaran Miras Selama Pekan Suci

Rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar Polres TTU menjadi langkah strategis dalam memastikan pengamanan Pekan Suci dan Paskah berjalan optimal. Dengan sinergi TNI, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, serta penekanan pembatasan peredaran miras, diharapkan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, dan tetap menjaga kesakralan bagi umat Kristiani.

Kapolres TTU Tegaskan Batasi Peredaran Miras Selama Pekan Suci
Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pengamanan Pekan Suci dan Hari Raya Paskah (Senin, 30/3/26) Dok Humas

Tribratanewsttu.com; Kefamenanu (30/3/2026) - Polres Timor Tengah Utara (TTU) menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di Aula Bhayangkara, Senin (30/3), sebagai langkah strategis untuk memastikan rangkaian Pekan Suci hingga perayaan Hari Raya Paskah berjalan aman, tertib, dan penuh khidmat.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, instansi terkait, tokoh agama, tokoh pemuda, serta panitia penyelenggara kegiatan keagamaan. Sinergi lintas sektoral ini dinilai penting dalam memperkuat kesiapan pengamanan sekaligus menjaga kesakralan momentum keagamaan bagi umat Kristiani di Kabupaten TTU.

Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, dalam arahannya menegaskan kepada seluruh jajaran untuk proaktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan panitia penyelenggara guna mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.

“Saya minta seluruh personel segera berkoordinasi dengan panitia terkait jenis kegiatan yang akan dilaksanakan. Kita pastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat,” tegas Kapolres.

Selain itu, Kapolres juga menekankan pentingnya langkah preventif, salah satunya dengan membatasi peredaran minuman keras selama Pekan Suci. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga suasana religius tetap kondusif.

Pekan Suci sendiri merupakan rangkaian perayaan terpenting dalam tradisi umat Kristiani yang mengenang sengsara, wafat, hingga kebangkitan Yesus Kristus. Momentum ini dimaknai sebagai waktu refleksi, pertobatan, dan pendalaman iman, sehingga suasana yang tenang, aman, dan bebas dari gangguan menjadi bagian penting dalam menjaga kesakralannya.

“Kegiatan ini adalah momentum sakral. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman keras selama Pekan Suci,” lanjut Kapolres.

Sebagai tindak lanjut, Polres TTU akan meningkatkan patroli serta pengawasan di titik-titik rawan, sekaligus menggandeng tokoh agama dan masyarakat dalam upaya pengendalian peredaran miras.

Dukungan juga disampaikan oleh Pasi Intel Kodim 1618 TTU, Letnan Satu Pereirra, yang memastikan kesiapan personel TNI dalam membantu pengamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Sementara itu, panitia Gereja Imanuel memaparkan rencana kegiatan yang akan melibatkan sekitar 200 jemaat, di antaranya malam puji-pujian pada Sabtu Haleluya serta kegiatan “Imanuel in Harmoni” yang mencakup paduan suara, vokal grup, dan penampilan solo.

Panitia Gereja Paroki Sasi juga menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah pengamanan yang dilakukan Polres TTU, khususnya dalam menjaga suasana ibadah tetap kondusif tanpa gangguan.

Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan seluruh rangkaian Pekan Suci hingga perayaan Paskah di Kabupaten TTU dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh makna spiritual bagi seluruh umat yang merayakan.(wm)