Polres TTU Gelar Patroli Monitoring Untuk Antisipasi Kenaikan Harga dan Penyelewengan BBM di Tiga SPBU Kota Kefamenanu

Polres TTU Gelar Patroli Monitoring Untuk Antisipasi Kenaikan Harga dan Penyelewengan BBM di Tiga SPBU Kota Kefamenanu

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu (06/05/2026) – Guna memastikan stabilitas keamanan serta mengantisipasi potensi gejolak di masyarakat terkait isu fluktuasi dan rencana penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Kepolisian Resor Timor Tengah Utara, meningkatkan intensitas Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Langkah proaktif ini diwujudkan melalui pelaksanaan patroli monitoring dan pengawasan ketat ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di wilayah hukum Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, pada Sabtu siang.

Kegiatan patroli taktis yang dimulai tepat pukul 13.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh perwira pengawas Pamapta I Polres TTU, AIPTU ROFINUS AMANDUS LOE TALO., dengan melibatkan kekuatan penuh dari personil gabungan piket fungsi Polres TTU. Dengan menggunakan kendaraan taktis operasional roda empat Pamapta, tim kepolisian menyambangi tiga titik lokasi SPBU vital yang menjadi urat nadi pergerakan ekonomi masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara secara bergantian.

Adapun ketiga lokasi SPBU yang menjadi sasaran pengawasan menyeluruh meliputi:

  • SPBU 54.856.01 yang beralamat di Jalan Sonbay, Kelurahan Kefa Selatan;
  • SPBU 54.856.02 di Jalan Eltari, Kelurahan Kefa Selatan; dan
  • SPBU 54.856.03 yang berlokasi di Jalan Eltari, Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Kehadiran personil berseragam lengkap di tengah aktivitas pengisian bahan bakar ini ditujukan sebagai bentuk mitigasi preventif guna menutup ruang bagi pelaku kejahatan maupun oknum yang ingin memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.

Dalam pelaksanaan pengawasan tersebut, aparat kepolisian melakukan serangkaian tindakan monitoring yang terarah. Petugas melakukan koordinasi dan pemantauan langsung dengan pihak manajemen serta operator lapangan untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten TTU tetap terpenuhi. Langkah ini dinilai sangat krusial guna mencegah terjadinya aksi borong massal (panic buying) atau antrean kendaraan yang mengular panjang, yang berpotensi menyumbat arus lalu lintas di sekitar area objek vital SPBU.

Mengenai giat monitoring berskala KRYD ini, Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., memberikan penekanan tegas dan instruksi langsung kepada jajarannya. Beliau menggarisbawahi pentingnya fungsi kontrol dari aparat penegak hukum untuk memastikan distribusi energi berjalan secara transparan dan berkeadilan.

"Patroli KRYD ini merupakan langkah pengawasan preventif yang krusial untuk menjamin bahwa penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan tepat sasaran, adil, dan bebas dari praktik penyelewengan. Saya memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan pengawasan ketat dan menindak tegas tanpa toleransi jika ditemukan adanya praktik mafia BBM, penimbunan ilegal, spekulasi sepihak, ataupun manipulasi tera mesin dispenser yang merugikan hak-hak konsumen di Kabupaten TTU," tegas AKBP Eliana Papote.

Selain mengontrol data teknis logistik, personil Polres TTU juga menyempatkan diri berdialog serta memberikan himbauan Kamtibmas secara humanis kepada petugas SPBU maupun para konsumen. Warga dihimbau untuk senantiasa tertib dalam mengantre, menjaga keamanan lingkungan sekitar, serta tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas seperti praktik kecurangan pengisian. Manajemen SPBU juga diingatkan agar memanfaatkan saluran darurat bebas pulsa Call Center 110 milik Polres TTU jika menemukan adanya hal menonjol atau indikasi pelanggaran agar aparat kepolisian dapat memberikan respon cepat.

Berdasarkan hasil pencatatan teknis dan rekonsiliasi data ketersediaan logistik pada ketiga SPBU di wilayah kota Kabupaten TTU tersebut, diketahui bahwa pasokan energi bagi masyarakat masih berada dalam batas aman dan mencukupi. Suplai pengiriman BBM dari Depo Pertamina Atapupu, Kabupaten Belu, terpantau berjalan normal dan berkala sesuai dengan kuota permintaan dari masing-masing SPBU. Secara akumulatif, volume sisa stok BBM yang tercatat pada akhir kegiatan patroli adalah sebagai berikut:

  • Bio Solar: 23.769 Liter
  • Dexlite: 18.643 Liter
  • Pertalite: 41.050 Liter
  • Pertamax: 23.792 Liter

Seluruh rangkaian Kegiatan KRYD Patroli Monitoring ini berakhir pada pukul 14.20 WITA. Berdasarkan laporan komando pasca-patroli, situasi di seluruh area SPBU sasaran dipastikan berada dalam kondisi aman, kondusif, dan seluruh aktivitas pengisian berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan teknis maupun gangguan keamanan yang menonjol.