Respon Cepat Polres TTU: Evakuasi Korban Tenggelam di Cekdam Naiola Menggunakan Kendaraan Dinas Samapta

Respon Cepat Polres TTU: Evakuasi Korban Tenggelam di Cekdam Naiola Menggunakan Kendaraan Dinas Samapta

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu – Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (TTU) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima dan respon cepat kepada masyarakat. Pada Minggu (03/05/2026) siang, jajaran Polres TTU bergerak sigap menindak lanjuti laporan masyarakat terkait musibah tenggelamnya seorang warga di Cekdam KM 9, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU.

Peristiwa pilu ini bermula ketika Polres TTU menerima laporan sekitar pukul 12.30 WITA yang menyebutkan adanya seorang perempuan tenggelam di area cekdam tersebut, Tidak menunggu lama, atas perintah pimpinan, Perwira Pengawas (Pawas) IPTU Mateus Neno didampingi Pamapta IPDA Primus Tan, SH, langsung mengerahkan personel menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban diketahui bernama Trezia Kolo (40), seorang petani asal RT 007/RW 002, Desa Naiola. Sebelum kejadian nahas tersebut, dua orang saksi sempat melihat keberadaan korban di sekitar cekdam.

Saksi pertama, Adam Sanak, mengisahkan bahwa dirinya berpapasan dengan korban saat hendak pulang dari hutan dekat lokasi. Saat itu, korban tampak dalam kondisi emosional, berteriak-teriak, dan marah sembari menuju ke arah air. "Saya sempat menegur agar korban tidak masuk ke dalam air, namun dia justru memarahi dan memaki saya," ujar Adam.

Senada dengan Adam, saksi kedua, Egelbertus Tuames, yang sedang memancing di lokasi sekitar pukul 12.00 WITA, melihat korban masuk ke pinggiran air sembari memukul-mukul permukaan air, Egelbertus berusaha meneriaki korban untuk segera keluar dari air karena tindakannya mengganggu aktivitas memancing. Namun, hanya berselang beberapa menit, sosok Trezia hilang dari pandangan. Menyadari ada yang tidak beres, saksi segera menghubungi pihak kepolisian.

Setibanya di lokasi, IPTU Mateus Neno dan tim langsung berkoordinasi dengan BASARNAS Kabupaten TTU untuk melakukan pencarian. Meski awalnya memulai dengan fasilitas seadanya demi efisiensi waktu, upaya pencarian terus ditingkatkan. Sinergi antara Satuan Samapta Polres TTU dan Tim SAR akhirnya membuahkan hasil pada sore hari.

Sekitar pukul 16.15 WITA, Tim SAR gabungan Samapta Polres TTU berhasil menemukan tubuh korban di dasar cekdam dalam keadaan sudah meninggal dunia. Mengingat urgensi penanganan jenazah dan memberikan kepastian bagi keluarga, petugas di lapangan mengambil langkah cepat untuk melakukan evakuasi.

Jenazah korban segera dievakuasi menuju rumah sakit menggunakan mobil operasional Kasat Samapta Polres TTU. Langkah ini diambil sebagai wujud fleksibilitas Polri dalam menggunakan sarana prasarana dinas demi kepentingan publik yang bersifat darurat.

Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., dalam penegasannya menyatakan bahwa Polri harus selalu hadir di tengah kesulitan warga. Ia menekankan bahwa filosofi pelayanan Polri saat ini mengedepankan kecepatan dan ketepatan tindakan (quick response).

"Setiap detik sangat berharga dalam situasi darurat. Saya selalu menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tidak ragu menggunakan fasilitas negara, termasuk kendaraan dinas (randis), untuk membantu