Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif Menjelang Hari Bhayangkara, Polres TTU Resmi Buka Pelatihan Pra Operasi "Patuh Turangga 2026"

Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif Menjelang Hari Bhayangkara, Polres TTU Resmi Buka Pelatihan Pra Operasi

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu, Ttu — Kepolisian Resor Timor Tengah Utara secara resmi menggelar Upacara Pembukaan Pelatihan Pra Operasi (Latpraops) Kewilayahan dengan sandi operasi “Patuh Turangga 2026”. Agenda krusial ini dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Juni 2026, dimulai tepat pukul 10.30 WITA bertempat di Aula Bhayangkari Polres TTU. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres TTU, KOMPOL Sudirman, S.Sos., dengan didampingi oleh KabagOps Polres TTU AKP I. Wayan Sujendra

Latpraops tahun ini mengusung tema yang sangat strategis: “Melalui Latihan Pra Operasi, Sebagai Kesiapan dan Peningkatan Kemampuan Anggota Satuan Operasional Guna Terwujudnya Kamseltibcarlantas Yang Berkeselamatan Menjelang Pelaksanaan Hari Bhayangkara Tahun 2026”. Tema ini menegaskan komitmen penuh institusi Polri dalam mematangkan kompetensi personel sebelum terjun langsung ke lapangan guna meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama dari jajaran pejabat eksekutif Polres TTU, yaitu Kasat Intelkam Polres TTU dan Kasat Lantas Polres TTU. Materi yang dipaparkan meliputi perkiraan taktis potensi kerawanan keamanan serta teknis penegakan hukum di jalan raya. Kegiatan ini turut dihadiri dan diikuti oleh Kasiwas Polres TTU, KasubbagKerma Bagops Polres TTU, KBO Satlantas Polres TTU, Ka SPKT Polres TTU, serta 27 personel gabungan lintas satuan operasional yang secara resmi ditunjuk berdasarkan Surat Perintah (Sprin).

Secara fundamental, pelaksanaan Latpraops di wilayah hukum Polres Timor Tengah Utara ini bertujuan untuk mencapai beberapa target utama:

  1. Menyamakan Persepsi dan Cara Bertindak (CB): Memastikan seluruh personel dari berbagai fungsi memiliki pemahaman yang integral mengenai tugas, sasaran prioritas, dan prosedur operasional di lapangan.
  2. Kesiapan Sarana dan Prasarana: Melakukan inspeksi total terhadap alat pendukung, termasuk optimalisasi sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai instrumen utama penegakan hukum berbasis elektronik.
  3. Kesiapan Fisik dan Mental: Menyiapkan kondisi psikologis dan stamina personel agar mampu melaksanakan tugas secara humanis, prima, namun tetap tegas.

Operasi Patuh Turangga 2026 ini akan difokuskan pada kombinasi tindakan edukasi lalu lintas yang persuasif serta penegakan hukum yang konsisten. Output yang ditargetkan adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas secara drastis, meningkatkan kedisiplinan berkendara masyarakat, serta memastikan situasi jalan raya tetap kondusif, aman, dan nyaman menjelang momentum peringatan Hari Bhayangkara Tahun 2026.

Sebagai informasi tambahan, Operasi Patuh Turangga 2026 ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia selama 14 hari, terhitung mulai dari tanggal 8 Juni 2026 sampai dengan 21 Juni 2026.

Rangkaian upacara pembukaan berlangsung secara dinamis dan tertib. Pada pukul 11.50 WITA, kegiatan resmi diakhiri dengan sesi foto bersama guna memperkuat soliditas antar-personel, Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.