Dukung Langkah Kapolres TTU, Tokoh Agama dan Pemerintah Desa Tuamese Sepakat Olah Nira Menjadi Gula Merah

Dukung Langkah Kapolres TTU, Tokoh Agama dan Pemerintah Desa Tuamese Sepakat Olah Nira Menjadi Gula Merah

Tribratanewsttu.com, Tuamese (25/07/2026) — Sebuah inovasi dan pendekatan humanis dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) terus digelorakan oleh Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (Polres TTU). Pada Sabtu, Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., turun langsung menjadi pemateri utama dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pemanfaatan air nira menjadi gula merah yang digelar di Kantor Kepala Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Kegiatan edukatif ini dihadiri oleh jajaran Polres TTU, perangkat desa, tokoh agama, serta puluhan warga masyarakat Desa Tuamese yang antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan.

Dalam paparan materinya, AKBP Eliana Papote mengupas secara tuntas dan mendalam mengenai berbagai dampak dari pengolahan air nira. Selama ini, sebagian besar masyarakat di wilayah Tuamese memanfaatkan air nira untuk disuling menjadi minuman keras tradisional jenis sopi (tuak).

Kapolres TTU menegaskan bahwa konsumsi sopi yang tidak terkontrol telah menjadi salah satu pemicu utama timbulnya berbagai aksi kriminalitas di wilayah hukum Polres TTU, khususnya di Desa Tuamese. Kasus-kasus seperti perkelahian antarwarga hingga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kerap diawali dari pengaruh alkohol sopi.

"Sopi tidak hanya berdampak buruk pada aspek hukum akibat potensi tindak pidana yang ditimbulkannya, tetapi juga merusak sendi-sendi perekonomian keluarga serta mengganggu harmonisasi kehidupan bermasyarakat," ungkap AKBP Eliana Papote di hadapan warga.

Sebagai solusinya, Kapolres memaparkan potensi ekonomi yang jauh lebih bernilai dan bernilai tambah positif, yakni mengolah nira menjadi gula merah. Selain memiliki nilai jual yang stabil dan ekonomis, produksi gula merah aman bagi kesehatan, ramah lingkungan, serta mampu menopang perekonomian keluarga tanpa menimbulkan resiko gangguan keamanan.

Inisiatif dan kepedulian Polres TTU ini mendapat sambutan hangat serta dukungan penuh dari pemuka agama setempat. Pendeta Gerson Lette, S.Th., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada AKBP Eliana Papote dan tim yang telah meluangkan waktu datang langsung ke Desa Tuamese.

"Kami sangat bersyukur dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Kapolres TTU dan jajaran. Selama ini masyarakat kami menyuling nira menjadi sopi tanpa menyadari dampak buruknya. Melalui penyuluhan ini, kami dari pihak pemuka agama merasa sangat terbantu," ujar Pendeta Gerson Lette.

Ia menambahkan bahwa edukasi ini membuka pikiran serta hati masyarakat agar memahami bahwa mengolah nira menjadi gula merah jauh lebih bermanfaat, baik bagi diri penyuling itu sendiri maupun bagi masyarakat luas. Dengan beralihnya kebiasaan dari pembuat sopi menjadi produsen gula merah, diharapkan angka kriminalitas dan kekerasan akibat miras di Tuamese dapat ditekan secara signifikan.

Masyarakat Desa Tuamese menyimak setiap rangkaian sosialisasi dengan tingkat antusiasme yang tinggi. Banyak warga yang mulai menyadari dampak negatif mengonsumsi dan memproduksi sopi, serta melihat peluang ekonomi baru dari pembuatan gula merah.

Acara tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama di depan Kantor Kepala Desa Tuamese. Tampak Kapolres TTU, personel kepolisian, pemuka agama, serta masyarakat setempat membentangkan spanduk bertuliskan "Penyuluhan Pemanfaatan Nira Menjadi Gula Merah Kepada Masyarakat di Wilkum Polres TTU", yang menandai komitmen bersama menuju Desa Tuamese yang lebih aman, sejahtera, dan produktif.