Menyambut HUT Bhayangkara ke-80: Polres TTU Salurkan Bantuan Air Bersih di Daerah Pelosok Perbatasan

Menyambut HUT Bhayangkara ke-80: Polres TTU Salurkan Bantuan Air Bersih di Daerah Pelosok Perbatasan

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke-80 pada tanggal 1 Juli 2026 mendatang, Kepolisian Resor Timor Tengah Utara menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Melalui program bakti sosial (baksos) dan bantuan sosial (bansos), institusi kepolisian di wilayah perbatasan ini secara resmi mendistribusikan bantuan air bersih guna meringankan beban warga pelosok yang tengah didera krisis air.

Kegiatan kemanusiaan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026. Dalam aksi sosial ini, sebanyak 4 unit tangki air bersih dikerahkan dan bergerak secara konvoi menuju satu titik fokus utama, yaitu Desa Kiusili, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pemilihan Desa Kiusili sebagai lokus utama penyaluran bantuan bukanlah tanpa alasan hukum atau sekadar formalitas. Langkah ini diambil berdasarkan data akurat serta hasil pemetaan berkala yang dihimpun oleh personel Bhabinkamtibmas setempat di lapangan. Dari indikator pemetaan tersebut, Desa Kiusili teridentifikasi sebagai salah satu kawasan yang paling terdampak krisis air bersih dan sangat membutuhkan uluran tangan segera.

Guna memastikan asas keadilan dan ketepatan sasaran, bantuan air tersebut didistribusikan secara merata di 4 titik krusial yang tersebar di wilayah Desa Kiusili. Titik-titik pembagian ini merupakan area pemukiman warga yang menurut laporan berkala Bhabinkamtibmas memiliki tingkat kesulitan tertinggi dalam mengakses sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk keperluan memasak, konsumsi air minum, maupun sanitasi dasar yang layak.

Langkah taktis yang diinisiasi oleh Polres TTU ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat, sekaligus merefleksikan nilai-nilai kepedulian yang mendalam di tingkat akar rumput. Kehadiran Polri di tengah-tengah masa sulit seperti ini menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak hanya berperan sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan semata, melainkan juga memanifestasikan dirinya sebagai pelindung, pengayom, dan mitra masyarakat yang tanggap terhadap isu-isu kemanusiaan.

Prosesi penyaluran air bersih di lokasi tujuan berlangsung dengan penuh kehangatan. Di balik sebuah truk tangki air berwarna kuning dengan tangki biru bertuliskan "Bakti Sosial Polda NTT Dalam Rangka Hari Bhayangkara", sejumlah personel kepolisian yang mengenakan seragam dinas lengkap dan rompi lalu lintas berkoordinasi langsung dengan warga setempat.

Beberapa perwira polisi tampak memegang selang air, mengalirkan air jernih langsung ke dalam wadah-wadah penampungan milik warga seperti ember hitam, baskom hijau, dan jeriken yang telah rapi mengantre di tanah. Raut wajah warga Desa Kiusili mulai dari ibu-ibu yang menggendong anak hingga para lansia memancarkan respons hangat, haru, dan penuh rasa syukur.

Sejak prosesi pemberangkatan dari markas komando hingga proses teknis penyaluran di titik-titik lokasi tujuan pelosok, seluruh rangkaian kegiatan aksi sosial menyambut HUT Bhayangkara ke-80 ini berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan aman.

Kehadiran armada tangki air bersih ini disambut dengan tepuk tangan dan senyum sumringah yang tidak dapat menyembunyikan rasa lega dari wajah-wajah warga Desa Kiusili. Warga mengaku sangat bahagia, terharu, dan merasa sangat terbantu dengan adanya pasokan air bersih yang diberikan secara cuma-cuma oleh pihak kepolisian ini. Bagi mereka, air bersih ini laksana oase berharga di tengah kepungan musim kemarau yang selama ini mencekik dan menyulitkan sendi-sendi kehidupan mereka.

Seorang perwakilan warga mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolres TTU dan seluruh jajaran yang telah peduli mendatangi desa mereka. Warga menuturkan bahwa selama masa sulit ini, untuk mendapatkan beberapa liter air bersih saja mereka harus menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan tenaga ekstra. Dengan adanya bantuan langsung dari Polres TTU ini, beban harian mereka seketika diringankan.

"Kami sangat bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada bapak-bapak polisi dari Polres TTU. Di saat kami kebingungan mencari air untuk minum dan memasak karena sumur-sumur mulai mengering, Polres TTU datang membawa jawaban atas doa-doa kami. Bantuan ini gratis dan langsung diantarkan ke dekat rumah kami. Semoga di hari ulang tahun yang ke-80 ini, Polri semakin jaya, semakin dicintai rakyat, dan selalu diberkati dalam tugasnya melindungi kami," ungkap salah seorang ibu dengan mata berkaca-kaca sembari merapikan embernya yang telah penuh terisi air.

Apresiasi senada juga mengalir dari para tokoh masyarakat setempat yang menilai bahwa kepedulian spontan dan taktis seperti inilah yang membuat masyarakat merasa memiliki hubungan batin yang kuat dengan institusi kepolisian.

Melalui momentum berharga menjelang Hari Bhayangkara tahun 2026 ini, Polres TTU menaruh harapan besar agar ikatan emosional serta sinergitas antara kepolisian dengan masyarakat perbatasan di Kabupaten TTU dapat terus terjaga dan terjalin dengan erat. Kegiatan bansos ini tidak hanya diharapkan selesai sebagai program seremonial tahunan, melainkan mampu menjadi stimulan serta pemantik bagi gerakan-gerakan kemanusiaan sektor lainnya demi mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera, aman, dan kondusif di beranda depan NKRI.