Mempererat Kedekatan Dengan Warga, Bhabinkamtibmas Polsek Biboki Anleu Berikan Himbauan Kamtibmas Dan Antisipasi Cuaca Ekstrem Di Desa Motadik

Mempererat Kedekatan Dengan Warga, Bhabinkamtibmas Polsek Biboki Anleu Berikan Himbauan Kamtibmas Dan Antisipasi Cuaca Ekstrem Di Desa Motadik

Tribratabnews.com, Kefamenanu – Peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) sebagai garda terdepan Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga kondusifitas wilayah sekaligus menjadi mitra humanis masyarakat kembali ditunjukkan secara nyata, Pada Rabu (13/05/2026) siang sekitar pukul 13.20 WITA hingga selesai, AIPDA Agustinus Mali, selaku Bhabinkamtibmas Desa Motadik, melaksanakan kegiatan sambang dialogis yang bertempat di teras rumah salah satu warga di Desa Motadik, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan sambang ini bukan sekadar rutinitas dinas penegakan hukum, melainkan sebuah aksi nyata dalam merawat dimensi sosial kemanusiaan serta mempererat kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan warga binaan. Suasana pertemuan berlangsung dengan sangat hangat, santai, dan penuh kekeluargaan. Sambil duduk bersama di bawah naungan beranda sederhana beratapkan seng khas pedesaan, AIPDA Agustinus Mali tampak membaur tanpa sekat dengan sejumlah warga setempat. Kehadiran suguhan minuman hangat di atas meja kayu kecil di tengah-tengah mereka menjadi simbol tingginya rasa saling menghormati, keterbukaan, serta kuatnya hubungan kultural antara polisi dan masyarakat di wilayah binaanya tersebut.

Dalam kesempatan dialogis yang komunikatif itu, fokus utama AIPDA Agustinus Mali adalah memberikan edukasi dan himbauan Kamtibmas yang menyentuh langsung aspek keselamatan dan kesejahteraan hidup masyarakat sehari-hari. Mengingat situasi iklim global yang sedang tidak menentu, materi pertama yang ditekankan adalah kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem yang terjadi saat ini dinilai sangat berpotensi memicu terjadinya bencana alam seperti tanah longsor, pohon tumbang, atau banjir yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun materiil warga.

"Kami meminta seluruh warga di Desa Binaan, baik di Desa Motadik maupun Desa Sifa Niha, untuk selalu peka dan waspada membaca tanda-tanda alam. Jika mengetahui, melihat, atau mengalami situasi darurat akibat bencana alam, diharapkan segera menghubungi atau menginformasikan kepada petugas kepolisian terdekat. Selain itu, warga juga bisa langsung memanfaatkan layanan Call Center 110 milik Polri. Layanan darurat ini bebas pulsa alias gratis dan aktif selama 24 jam penuh untuk melayani masyarakat," ujar AIPDA Agustinus Mali di hadapan warga yang mendengarkan dengan saksama.

Selain isu keselamatan akibat faktor alam, Bhabinkamtibmas yang dikenal ramah ini juga mengupas solusi atas permasalahan sosial-ekonomi yang kerap menjadi pemicu keretakan hubungan antarwarga di pedesaan, yaitu terkait dengan pengelolaan hewan ternak. Dalam tatanan masyarakat agraris, masalah masuknya hewan ternak ke lahan pertanian milik orang lain sering kali menjadi pemantik konflik horisontal yang mengganggu kedamaian desa.

Sebagai langkah preventif kemanusiaan untuk menjaga keharmonisan hidup bertetangga, AIPDA Agustinus memberikan imbauan dua arah yang sangat solutif dan berkeadilan. Kepada para pemilik hewan ternak, ia mengingatkan agar ternak-ternak mereka dikandangkan dengan baik saat malam hari guna menghindari perusakan lahan pertanian atau risiko kehilangan. Sebaliknya, kepada para pemilik lahan pertanian atau perkebunan, ia juga mengingatkan agar membuat pagar pembatas yang kokoh dan memadai di sekeliling lahan mereka sehingga tidak mudah dimasuki oleh hewan peliharaan milik warga lain. Langkah persuasif ini dinilai sangat efektif untuk meminimalisir potensi perselisihan antarpenduduk sejak dini.

Hingga berakhirnya kegiatan, seluruh rangkaian sambang dialogis di Desa Motadik dan Desa Sifa Niha dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Warga menyambut baik kehadiran serta arahan dari pihak kepolisian. Kegiatan ini membuktikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah-tengah masyarakat bukan sebagai sosok yang kaku, melainkan sebagai sosok pelindung, pengayom, pelayan, serta sahabat sejati tempat masyarakat bersandar dan mencari solusi atas segala permasalahan sosial di desa.