Isu Kenaikan harga BBM, Polres TTU melaksanakan giat Patroli ke 3 SPBU yang berada di kabupaten TTU

Isu Kenaikan harga BBM, Polres TTU melaksanakan giat Patroli ke 3 SPBU yang berada di kabupaten TTU

Tribratanewsttu, Kefamenanu – Menindaklanjuti adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi oleh PT Pertamina Patra Niaga yang berlaku sejak 18 April 2026, jajaran Kepolisian Resor  Timor Tengah Utara  melaksanakan patroli   memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada rabu, 22 April 2026, pukul 12.00 WITA, personel Polres TTU melaksanakan patroli pemantauan intensif di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Kefamenanu.

Patroli tersebut dipimpin langsung oleh Pamata II, Ipda Jack Shield Johannes, S.I.P., dengan menyasar tiga titik SPBU strategis yang berada di bawah wilayah hukum Polres TTU. Langkah preventif ini diambil sebagai respons atas dinamika pasar dan guna mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan yang mungkin muncul akibat perubahan harga di sektor energi.

Selain melakukan pengecekan fisik di lapangan, Polres TTU juga memperkuat fungsi intelijen melalui pemantauan media sosial. Berdasarkan hasil deteksi, kepolisian menemukan adanya sebaran flyer provokasi dan ajakan aksi penolakan terhadap penyesuaian harga BBM yang beredar di ruang digital.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K, M.M., memerintahkan kepada pamapta II Ipda Jack Shield Johannes untuk melaksanakan patroli di beberapa SPBU yang berada diwilayah hukum Polres TTU, bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Pengawasan digital ini menjadi bagian integral dari strategi kepolisian dalam menjaga stabilitas wilayah agar tetap tenang dan terkendali.

Dalam pengecekan tersebut, petugas merinci daftar harga BBM terbaru di wilayah Kabupaten TTU. Diketahui bahwa harga BBM jenis subsidi tetap stabil tanpa adanya kenaikan, yakni:

Pertalite: Rp 10.000,- (Stabil)
Bio Solar: Rp 6.800,- (Stabil)
Pertamax: Rp 12.600,- (Stabil)

Sementara itu, penyesuaian harga terjadi pada varian BBM non-subsidi, di mana Pertamina Dex naik menjadi Rp 24.450,- per liter dan Dexlite naik menjadi Rp 24.150,- per liter. Meskipun terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan pada sektor non-subsidi, hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang tetap kondusif.

"Hasil patroli di tiga SPBU berbeda menunjukkan tidak ditemukan adanya antrean panjang kendaraan. Hal ini mengindikasikan bahwa kenaikan harga Pertamina Dex dan Dexlite tidak memicu lonjakan permintaan atau panic buying di tengah masyarakat," ujar Ipda Jack Shield Johannes di sela-sela kegiatannya.

Berdasarkan koordinasi dengan pihak pengawas SPBU, diketahui bahwa rantai pasokan dari depo Pertamina tetap berjalan normal dengan kuota distribusi harian berkisar antara 8.000 hingga 16.000 liter, dan Hingga saat ini, khusus untuk Pertamina Dex belum tersedia atau belum dilakukan penjualan pada tiga SPBU yang berada di Kabupaten TTU, sehingga fokus pengawasan diarahkan pada ketersediaan stok BBM yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.

Dengan tidak adanya pengurangan pasokan dan nihilnya titik rawan penimbunan, situasi di wilayah hukum Polres TTU dinyatakan aman dan terkendali. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan aktivitas pengisian BBM secara wajar. Polres TTU berkomitmen akan terus melakukan monitoring secara berkala guna menekan potensi spekulasi yang dapat memicu keresahan sosial di wilayah kabupaten Timor Tengah Utara ini.