Peringati HUT Ke-74 Bhayangkari, Bhayangkari Cabang TTU Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Melalui IVA Tes
Tribratanewsttu.com, Kefamenanu, (05/08/2026) – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74 Tahun 2026, Bhayangkari Cabang Timor Tengah Utara (TTU) menggelar kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Skrining Melalui IVA Tes pada Rabu di Aula Bhayangkari Polres TTU. Kegiatan edukasi kesehatan tersebut menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG), dr. Elisabeth L. C. Tanuwidjaja, Sp.OG., sebagai narasumber utama guna memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan kanker leher rahim sejak dini.
Kegiatan dihadiri oleh Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., selaku Pembina Bhayangkari Cabang TTU, Pj. Ketua Bhayangkari Cabang TTU, tenaga kesehatan, pengurus Bhayangkari, anggota Bhayangkari, serta personel Polisi Wanita (Polwan) Polres TTU. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan perempuan sebagai fondasi utama terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada seluruh peserta mengenai apa itu kanker leher rahim (kanker serviks), faktor risiko, gejala, langkah pencegahan, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Melalui kegiatan tersebut, Bhayangkari Cabang TTU ingin mendorong seluruh anggota agar tidak lagi menganggap pemeriksaan kesehatan reproduksi sebagai hal yang tabu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan keluarga.
Dalam pemaparannya, dr. Elisabeth L. C. Tanuwidjaja, Sp.OG. menjelaskan bahwa kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan kanker yang menyerang bagian leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Penyakit ini pada umumnya berkembang secara perlahan dan sebagian besar disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang berlangsung dalam waktu lama. Pada tahap awal, kanker serviks sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak penderita baru mengetahui kondisinya ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain perdarahan di luar siklus menstruasi, perdarahan setelah berhubungan suami istri, nyeri pada panggul, keputihan yang tidak normal, serta penurunan kondisi kesehatan secara bertahap. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting karena peluang kesembuhan akan jauh lebih tinggi apabila kelainan ditemukan sejak stadium awal.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber juga menguraikan berbagai upaya pencegahan kanker leher rahim, di antaranya menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan organ reproduksi, menghindari perilaku seksual berisiko, tidak merokok, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Selain itu, vaksinasi HPV dan pemeriksaan skrining secara rutin menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan angka kejadian kanker serviks.
Salah satu materi utama dalam sosialisasi adalah mengenai skrining melalui IVA Tes (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Narasumber menjelaskan bahwa IVA Tes merupakan metode pemeriksaan sederhana, cepat, aman, dan terjangkau untuk mendeteksi adanya perubahan sel yang berpotensi menjadi kanker pada leher rahim. Pemeriksaan dilakukan dengan mengoleskan larutan asam asetat 3–5 persen pada leher rahim. Apabila terdapat perubahan warna menjadi putih pada area tertentu, maka kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis. Metode ini dapat memberikan hasil dalam waktu singkat sehingga sangat efektif digunakan sebagai upaya deteksi dini, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Sementara itu, Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesehatan perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan berkualitas. Menurutnya, seorang istri dan ibu merupakan pilar utama dalam keluarga, sehingga menjaga kesehatan diri bukan hanya menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi juga bentuk kasih sayang kepada suami, anak, dan seluruh anggota keluarga.
Kapolres mengajak seluruh anggota Bhayangkari maupun Polwan untuk semakin peduli terhadap kesehatan reproduksi dengan tidak ragu melakukan pemeriksaan sejak dini. Ia menegaskan bahwa deteksi dini jauh lebih baik dibandingkan harus melakukan pengobatan ketika penyakit telah berkembang ke stadium lanjut. Edukasi kesehatan seperti ini juga diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga semakin banyak perempuan memahami pentingnya pencegahan kanker serviks.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bhayangkari Cabang TTU berharap seluruh peserta memperoleh pengetahuan yang benar mengenai kanker leher rahim dan pentingnya skrining melalui IVA Tes. Dengan meningkatnya kesadaran akan deteksi dini, diharapkan angka kejadian kanker serviks dapat ditekan, sehingga para perempuan dapat hidup lebih sehat, produktif, dan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam keluarga maupun masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias, ditandai dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta, sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya hidup sehat demi mewujudkan keluarga Bhayangkari yang sehat, kuat, dan berkualitas.


