Polres Timor Tengah Utara Amankan Aksi Unjukrasa Damai Memperingati May Day dengan Pendekatan Humanis

Polres Timor Tengah Utara Amankan Aksi Unjukrasa Damai Memperingati May Day dengan Pendekatan Humanis

Tribratanewsttu.com, kefamenanu – Menjalankan fungsi utama sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Kepolisian Resor Timor Tengah Utara, menunjukkan komitmennya dalam mengawal demokrasi, Hal ini dibuktikan melalui pengamanan ketat namun tetap humanis terhadap aksi unjukrasa damai yang digelar oleh Aliansi Liga Menggugat (LMND/LMID Unimor) dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026.

Guna menjamin kelancaran aspirasi masyarakat, Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., memimpin langsung jalannya kegiatan pengamanan aksi unjukrasa damai di lapangan, Sebanyak 185 personel dikerahkan untuk memastikan seluruh rangkaian aksi berjalan dengan aman dan damai hingga kegiatan Unjukrasa selesai, mulai dari titik kumpul hingga lokasi audiensi, kegiatan Unjukrasa damai berjalan tanpa adanya hambatan teknis maupun gangguan keamanan.

Pengerahan personel ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang telah dibangun sejak diterimanya surat pemberitahuan aksi pada 28 April 2026. Langkah antisipatif ini menjadi bagian dari tugas pokok Polri dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten TTU.

Dalam arahannya, Kapolres TTU menekankan bahwa kehadiran polisi bukan untuk membatasi suara rakyat, melainkan untuk memastikan hak konstitusional tersebut dapat digunakan secara bertanggung jawab, tidak segan - segan personel kepolisian berada di tengah-tengah kerumunan massa aksi untuk menciptakan suasana dialogis yang kondusif.

"Kami mengedepankan pola pengamanan yang profesional, humanis, dan sepenuhnya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan aksi penyampaian pendapat di muka umum, Fokus kami adalah menjaga stabilitas kamtibmas serta memastikan citra positif Polri tetap terjaga melalui pendekatan yang persuasif, sehingga aspirasi rekan-rekan mahasiswa dan buruh dapat tersampaikan dengan aman tanpa perlu berkembang menjadi tindakan anarkis." ujar Kapolres TTU Akbp Eliana Papote

Fokus pengamanan tidak hanya berada di area terbuka, tetapi juga mencakup ruang audiensi antara massa aksi dengan Pemerintah Daerah, Kehadiran aparat keamanan terbukti mampu meredam ketegangan saat massa menuntut penjelasan terkait isu ketenagakerjaan dan hak buruh yang belum tersalurkan oleh pihak ketiga.

Meskipun terdapat tuntutan yang kuat dari pihak Aliansi Mahasiswa Menggugat terkait transparansi pembayaran hak buruh, kehadiran personel Polres TTU mampu menjaga suasana audiensi tetap stabil hingga Bupati TTU menyatakan komitmennya untuk menempuh jalur hukum terhadap pemberi kerja yang bermasalah.

Secara umum, pelaksanaan tugas pengamanan oleh Polres TTU dinilai berjalan optimal dan persuasif, Tidak  adanya insiden kekerasan maupun kerusakan fasilitas publik selama aksi unjukrasa berlangsung, Hal ini membuktikan bahwa sinergi antara kesiapan personel dan kepatuhan terhadap SOP pengamanan mampu mewujudkan iklim demokrasi yang sehat di Kabupaten TTU, Kehadiran personel Polri menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir sebagai penengah dan penjamin keamanan dalam setiap dinamika sosial masyarakat.