Jaga Stabilitas Kamtibmas, Polres TTU Gelar Patroli Presisi Pantau Ketat Penyaluran dan Harga BBM di Kota Kefamenanu
Tribratanewsttu.com, Kefamenanu (26/06/2026), – Kepolisian Resor Timor Tengah Utara terus berkomitmen menjalankan tugas pokoknya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus penegak hukum guna memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Polres TTU menggelar langkah preventif intensif melalui Patroli Presisi Cipta Kondisi demi memastikan kelancaran aktivitas ekonomi serta mencegah terjadinya potensi gangguan keamanan.
Pada hari Jumat, mulai pukul 11.55 WITA, jajaran regu Pamapta III bersama dengan anggota piket fungsi lintas satuan terdiri dari 3 personel Satuan Sabhara dan 1 personel Satuan Provos bergerak menyisir titik-titik vital di seputaran Kota Kefamenanu. Langkah ini diambil secara responsif guna menindaklanjuti perintah langsung dari Kapolres Timor Tengah Utara AKBP Eliana Papote, S.I.K.,M.M., untuk mengintensifkan kehadiran Polri pada jam-jam rawan.
Sebelum armada patroli diterjunkan ke lapangan, dipimpin langsung oleh Pamapta III IPDA Aprimus Albertino Tan, S.H., seluruh personel terlebih dahulu melaksanakan apel persiapan di Mako Polres TTU. Dalam apel tersebut, dilakukan pengecekan mendalam terhadap kesiapan personel serta sarana dan prasarana penunjang. IPDA Aprimus Albertino Tan juga memberikan Acara Arahan Pimpinan (APP) yang menekankan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pendekatan humanis di lapangan. Personel diinstruksikan untuk mengutamakan tindakan peneguran secara persuasif dan edukatif apabila mendapati adanya pelanggaran.
Patroli Presisi kali ini memfokuskan sasarannya pada tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) strategis di wilayah hukum Polres TTU, yaitu:
- SPBU Nasleu
- SPBU Eltari
- SPBU Kilometer 4 Jurusan Kupang
Kehadiran personel petugas kepolisian berbaju dinas dan rompi taktis kepolisian di ketiga titik ini dan memantau langsung situasi pengisian BBM di tengah masyarakat demi memastikan kondisi tetap tertib dan kondusif.
Di lapangan, petugas menemukan adanya antrean kendaraan akibat kekosongan stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax untuk sementara waktu. Menghadapi situasi ini, Pamapta III bersama piket fungsi bergerak cepat melakukan penertiban barisan kendaraan dan menggelar koordinasi melekat dengan pihak pengawas di ketiga SPBU tersebut. Langkah strategis disepakati dengan mengarahkan para pengecer BBM yang mengantre agar hanya menggunakan satu nozzle (pipa semprot) pengisian saja. Pembatasan ini penting agar hak masyarakat umum yang ingin mengisi BBM untuk kendaraan pribadinya tidak terganggu atau terhambat oleh antrean yang tidak teratur. Petugas menegaskan, apabila ditemukan pengecer yang bandel atau tidak kooperatif, maka pihak kepolisian tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan para pengawas di SPBU Nasleu, SPBU Eltari, dan SPBU Km 4, diperoleh informasi kepastian bahwa pasokan logistik BBM jenis Pertalite dan Pertamax akan tiba dan masuk ke seluruh tangki penyimpanan SPBU pada pukul 15.00 WITA dengan volume stok yang bervariasi. Pendistribusian ini dipastikan berjalan lancar langsung dari jalur suplai resmi, sekaligus menggarisbawahi bahwa tidak ada indikasi penimbunan maupun penyelewengan distribusi pasca adanya penyesuaian kenaikan harga BBM. Semua proses penyaluran dipantau secara ketat agar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain memantau SPBU, Polres TTU juga melakukan monitoring dan pengecekan harga di tingkat pedagang eceran di sudut-sudut Kota Kefamenanu. Hasil pantauan menunjukkan bahwa fluktuasi harga pasca kenaikan bahan bakar masih berada pada koridor yang wajar dan terkendali. Harga jual eceran Pertalite per botol di pengecer saat ini berkisar antara Rp12.000,- hingga Rp13.000,-, membuktikan tidak adanya praktik spekulasi harga sepihak yang dapat mencekik daya beli masyarakat.
Pihak Polres TTU juga mengimbau warga kota agar tetap tenang dan tidak segan untuk memanfaatkan layanan Call Center Polri 110. Jika masyarakat menemukan adanya hal-hal menonjol, antrean yang tidak wajar, ataupun indikasi praktik kecurangan, laporan dapat segera disampaikan agar piket Polres TTU bisa memberikan respons cepat di lapangan.
Rangkaian kegiatan Patroli Presisi Cipta Kondisi ini berakhir dengan tertib saat seluruh personel tiba kembali di Mako Polres TTU pada pukul 13.00 WITA. Secara keseluruhan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Timor Tengah Utara, khususnya di area fasilitas publik pengisian bahan bakar, dilaporkan berada dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali sepenuhnya.


