Polres TTU Gandeng Pengelola SPBU Cari Solusi Kelangkaan BBM Bersubsidi, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang dan Bijak Bertransaksi.

Polres TTU Gandeng Pengelola SPBU Cari Solusi Kelangkaan BBM Bersubsidi, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang dan Bijak Bertransaksi.

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu, (4/8/2026) – Menyikapi keresahan masyarakat akibat kelangkaan dan antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Polres TTU bergerak cepat dengan menginisiasi forum tatap muka bersama para pengelola SPBU guna membahas akar permasalahan sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam mengatasi situasi tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pukul 09.00 WITA di Mako Polres TTU itu dipimpin langsung oleh Wakapolres TTU, Kompol Sudirman, S.Sos., serta dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres TTU, di antaranya Kabag Ops, Kabag SDM, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Narkoba, KBO Satlantas, dan para manajer dari tiga SPBU yang beroperasi di wilayah Kabupaten TTU.

Pertemuan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat Polres TTU terhadap meningkatnya keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh BBM bersubsidi, khususnya jenis Pertalite. Dalam forum diskusi, seluruh peserta secara terbuka membahas berbagai faktor yang menjadi penyebab terjadinya antrean panjang dan kelangkaan BBM di lapangan.

Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah masih ditemukannya praktik pengisian BBM secara berulang-ulang (tap) oleh oknum masyarakat dengan menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi tangkinya. Praktik tersebut menyebabkan distribusi BBM bersubsidi menjadi tidak merata karena sebagian kuota yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat luas justru diserap oleh segelintir pihak.

Selain itu, pihak pengelola SPBU juga menjelaskan bahwa keterlambatan pasokan BBM dari Depot Pertamina Atapupu maupun Depot Pertamina Kupang turut menjadi faktor yang memengaruhi ketersediaan stok di masing-masing SPBU. Waktu kedatangan armada tangki yang berbeda-beda mengakibatkan proses distribusi tidak dapat berlangsung secara serentak, sehingga pada waktu tertentu terdapat SPBU yang masih menunggu pasokan sementara antrean kendaraan terus bertambah.

Melalui diskusi yang berlangsung secara konstruktif, Polres TTU bersama para pengelola SPBU sepakat untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi kepada masyarakat sebagai langkah utama dalam mencegah munculnya kepanikan. Kedua belah pihak akan menjalankan perannya masing-masing dengan memberikan edukasi secara terbuka mengenai kondisi distribusi BBM, jadwal kedatangan pasokan, serta mekanisme pelayanan kepada konsumen agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Di sisi lain, Polres TTU juga menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk praktik pengisian berulang menggunakan tangki modifikasi maupun tindakan lain yang dapat menghambat distribusi BBM kepada masyarakat yang benar-benar berhak. Upaya pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga ketertiban, memberikan rasa keadilan bagi seluruh konsumen, serta memastikan penyaluran BBM bersubsidi berlangsung sesuai ketentuan.

Wakapolres TTU, Kompol Sudirman, S.Sos., dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Menurutnya, penyelesaian persoalan distribusi BBM tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat kepolisian maupun pihak SPBU, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh masyarakat sebagai pengguna BBM bersubsidi.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan, tidak memanfaatkan kendaraan atau tangki yang telah dimodifikasi untuk memperoleh BBM dalam jumlah yang tidak sesuai ketentuan, serta tetap mematuhi aturan dan mekanisme antrean yang telah ditetapkan oleh petugas SPBU. Konsumen juga diharapkan tidak mudah terpancing isu yang dapat menimbulkan kepanikan, melainkan mencari informasi dari sumber resmi yang disampaikan oleh pihak SPBU maupun aparat kepolisian.

Melalui sinergi antara Polres TTU, pengelola SPBU, dan masyarakat, diharapkan proses distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten TTU dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran. Kolaborasi ini juga menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi secara adil dan berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan tatap muka berakhir pada pukul 10.30 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Polres TTU menegaskan akan terus membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan solusi yang efektif terhadap berbagai persoalan yang berdampak langsung pada kepentingan masyarakat, termasuk menjaga kelancaran distribusi BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara.